Sumenep Kembali Digoyang Aksi Tolak Omnibuslaw

0

Sumenep, Teliksandi.net- Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan pada hari Senin 5 Oktober kemarin, kembali mendapat penolakan di Sumenep.

Setelah sebelumnya, ribuan mahasiswa yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) memadati kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, kini ratusan massa gabungan dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali mendatangi kantor DPRD setempat.

Pantauan Teliksandi.net, massa bergerak dari bagian timur Taman Adipura (Taman Bunga) berjalan menuju kantor DPRD setempat.

“Sebagian dari kawan-kawan kami sudah masuk rumah sakit, jadi kami mohon untuk saat ini jangan sampai ada korban lagi. Kami hanya ingin meminta keadilan,” ujar seorang orator, Ach. Faiq dalam orasinya.

Menurut Faiq, Omnibus Law UU Cipta Kerja jelas merugikan rakyat kecil dan hanya menguntungkan pengusaha di sektor agraria. Atas dari itu mahasiswa menggelar unjuk rasa.

“Kita tidak hanya bicara omnibus law, tapi juga merampas hak demokrasi kita,” sambungnya.

Lebih kanjut, pria yang saat ini tengah menjabat sebagai Ketua Komisariat PMII Guluk-Guluk itu menambahkan, Omnibus Law UU Cipta Kerja sangatlah berpotensi membuat tanah rakyat mudah dirampas. Dengan begitu, ia secara tegas meminta DPRD Sumenep untuk menolak Undang-Undang yang baru disahkan tersebut.

“Pengadaan lahan untuk investasi justru semakin memperkuat monopoli tanah di negeri ini,” paparnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak DPRD setempat.

Reporter: Taufiq
Editor: Rahmat