Sikapi Fenomena di Tangerang, GMNI Imbau Kapolres Sumenep Bertindak Tegas

0

Sumenep, Teliksandi.net- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep angkat bicara mengenai aksi kekerasan aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di Tangerang pada Rabu 13 Oktober 2021 siang kemarin.

Ketua DPC GMNI Sumenep, Robi Nurrahman menegaskan, polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat harusnya tidak berperilaku seperti preman.

Hal demikian tidak dibenarkan dalam konteks demokrasi karena menyampaikan pendapat dimuka umum itu dilindungi oleh konstitusi yang merujuk UUD 1945 yang didalamnya unsur kemanuisan dan keadilan menjadi ukuran dalam demokrasi.

Menurutnya, sebagai dari pada pengayom dan pelayan bagi masyarakat seharusnya mereka tunduk dan patuh disertakan rasa hormat kepada rakyat, bukan malah bergaya preman dengan cara main hajar begitu saja kepada demonstran.

“Apapun alasannya, aksi polisi dalam penanganan unras tidak boleh brutal dan seenaknya menghajar mahasiswa,” kata pemuda yang akrab disapa Robi pada media ini, Kamis (14/10/2021).

“Memangnya mereka siapa yang seenaknya saja bertingkah seperti preman seolah mereka adalah orang paling kuat dimuka bumi yang semuanya harus dianiaya?. Tolong ingatkan mereka, dan kasih paham bahwa mereka dan keluarganya bisa makan karena gaji mereka dari rakyat. Seharusnya mereka tau sopan santun pada tuannya, dan berterimakasih dengan cara memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada rakyat,” katanya lagi.

Adapun fenomena di Tangerang, juga terjadi di Sumenep pada Jumat 1 Oktober lalu, dan hal tersebut kata Ia sudah sangat jelas bahwa itu adalah pelanggaran besar yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia yang berada di kota keris.

“Saya ingin tahu, apakah Kapolres Sumenep juga memiliki ketegasan seperti Kapolresta Tangerang terhadap anak buahnya yang melakukan kekerasan pada demonstran. Apakah dia akan memberikan tindakan tegas dan meminta maaf serta bertanggung jawab kepada korban kekerasan seperti saat aksi unjuk rasa didepan kantor Disperindag Sumenep pada 1 Okktober lalu,” tanyanya.

“Mari kita sama-sama tunggu nyali Kapolres Sumenep dalam memberikan tindakan pada anggotanya yang sering melakukan kekerasan pada mahasiswa saat melakukan demo,” pungkasnya.

Reporter: Muid
Editor: Lindawati