Pemkab Pamekasan Anggarkan Rp 839 Juta DBHCHT untuk Latih Tenaga Kerja

0

Pamekasan, Teliksandi.net- Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur benar-benar serius untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Bumi Gerbang Salam.

Terbukti, berbagai terobosan telah dilakukan, salah satunya adalah program wirausaha baru. program tersebut telah berhasil mencetak ribuan tenaga kerja baru dalam setiap tahunnya.

Selain itu, keseriusan juga ditunjukkan Pemkab Pamekasan dengan menganggarkan Rp 839 Juta dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk mencetak ratusan tenaga kerja di bidang linting rokok.

Sebagaimana disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Naker Pamekasan, Supriyanto. Menurutnya, untuk pelatihan pembuatan rokok linting ini, instansinya menargetkan melatih sebanyak 220 orang.

“Jadi 20 orang dikali 11 paket. Berarti ada sekitar 220 orang. Kebutuhannya sebenarnya 250 orang, karena keterbatasan anggarannya, kita hanya bisa melatih 220 orang itu,” jelasnya.

Nantinya, untuk pelaksanaan pemkab akan bekerja sama dengan empat pabrik rokok lokal Pamekasan. “Untuk pelatihan ini kami bekerjasama dengan beberapa pabrik rokok lokal,” sambungnya.

Untuk rekrutmen peserta, instansinya telah menyiapkan tim fasilitator pelatihan wirausaha baru di masing-masing kecamatan se Bumi Gerbang Salam.

“Peserta yang mengikuti pelatihan hingga selesai dan dinyatakan lulus, akan mendapatkan sertifikat keterampilan kerja (SKTK), sebagai tanda bukti pengakuan kompetensi seorang tenaga kerja di bidang produksi rokok,” ungkapnya.

Dengan hal itu, diharapkan sertifikat peserta menjadi pertimbangan utama untuk diterima kerja di pabrik. Selain itu, setiap peserta yang lulus juga berhak mendapat bantuan transportasi sebesar Rp 350 ribu sesuai peraturan bupati (perbup) Pamekasan H. Baddrut Tamam.

“Setiap peserta nanti akan difasilitasi uang saku, makan satu kali sehari dan sertifikasi pelatihan,” timpalnya.

Untuk diketahui, Pemkab Pamekasan juga beri peserta yang lulus fasilitas pinjaman lunak dari koperasi. Yakni besarannya sekitar Rp 5 juta untuk modal usaha masing-masing, selain bisa berkerja sebagai buruh rokok di pabrik yang memfasilitasi nantinya.

Reporter: Taufiq
Editor: Lindawati