Pemeriksaan Kasus Penipuan CPNS di Gedung DPRD Dinilai Tidak Etis

0

Sumenep, teliksandi.net– Pemeriksaan terlapor kasus penipuan CPNS tahun 2013  di Gedung DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur sampai saat ini masih menuai berbagai persoalan.

Pasalnya, pada kasus ini, terlapor notabenenya bukan anggota legislatif, melainkan hanya istri dari anggota dewan.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, pemeriksaan dilakukan di Kantor DRPRD Sumenep lantaran permintaan dari pihak terlapor.

“Permintaan dewan kalau tidak salah, atau si terlapor minta diperiksanya di sana,” kata Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Dhani Rahadian Basuki beberapa waktu lalu.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Zainal Arifin menilai, pemeriksaan terlapor dugaan penipuan CPNS dilakukan di Kantor DPRD itu merupakan tindakan tidak etis.

Sebab, kata dia, hal itu merupakan masalah pribadi, yakni bukan masalah legislatif secara kelembagaan.

“Sangat tidak etis diperiksa dalam kapasitas terlapor di gedung dewan yang terhormat,” katanya, Jumat (8/1/2021).

Jika permintaan itu benar dari pihak terlapor (dalam hal ini pimpinan dewan yang disebut sebagai suaminya) disinyalir telah melakukan tindakan di luar kewenangannya.

“Itu soal person, mengapa harus dilakukan pemeriksaan di kantor dewan, wong itu hanya istrinya. Sebegitu Istimewakah?,” Tegasnya mempertanyakan keistimewaan pemeriksaan terlapor.

Pihaknya meminta BK DPRD Sumenep segera turun tangan dan menelusuri kejadian ini.

Pasalnya, kata dia, hal itu berkaitan dengan marwah dan martabat wakil rakyat. Jika tidak ada tindakan, dikhawatirkan kepercayaan rakyat kepada wakilnya di legislatif semakin menurun.

“Kami minta segera ketua BK memanggil pimpinan dewan atau Ketua dewan untuk meminta keterangan terkait masalah ini,” tegasnya.

Reporter: Taufiq
Editor: Lindawati