Makna Kartini bagi Direktur RSUDMA, “Pejuang dan Pelecut Semangat Kaum Perempuan”

0

Sumenep, Teliksandi.net- Hari Kartini memiliki makna khusus bagi semangat juang perempuan Indonesia, tak terkecuali Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep, dr Erliyati.

Sosok kartini bagi Erliyati  merupakan sosok pejuang dengan banyak mimpi dalam gerakan emansipasi wanita. Jasa kartini mampu mengubah pola pikir para perempuan untuk bisa merasakan pendidikan dan berjuang di segala bidang.

“Meski begitu, kartini juga tidak pernah melupakan kodratnya sebagai perempuan yang harus taat pada suami,” terang dr. Erliyati dikutip dari Chanel YouTube RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

dr Erliyati, kini menjadi satu-satunya perempuan yang menjabat Direktur RSUD di Pulau Madura. Ia mengaku sempat waswas saat ditunjuk pertama kali memimpin civitas RSUD Moh Anwar. Sebagai dokter umum, Erliyati bertekad akan memberi contoh kedisiplinan dan teladan bagi bawahannya.

Perjuangannya untuk menjadi direktur RSUMA tidak lah mudah. Perempuan  yang lahir dari ayah PNS dan Ibu Rumah Tangga ini pernah bercita-cita tinggi di bidang kedokteran namun cita-cita Ia korbankan lantaran memilih mengabdi pada suaminya.

“Pernah ingin sekolah dokter spesialis tapi karena suami tidak memberikan izin, akhirnya saya urungkan saja,” ujarnya.

Erliyati mengaku jika memimpin RSUD tak semudah yang Ia bayangkan. Beragam cercaan sering Ia terima terkait dengan pelayanan di RSUD Moh Anwar. Tak jarang keluhan itu dilontarkan oleh beberapa pasien yang tak puas dengan pelayanan.

Meski dicerca, Ia harus memberikan kepuasan kepada masyarakat yang selalu ingin dilayani secara maksimal.

“Alat alat kita lengkap, SDM juga berkualitas, dan segala kekurangannya akan terus kita benahi sebab cercaan atau kritikan merupakan risiko perjuangan,” tuturnya.

Kendati begitu, perempuan yang telah membawa RSUDMA meraih berbagai penghargaan bergengsi itu tetap berkomitmen terus mengabdikan diri kepada masyarakat. Terutama, dalam pelayanan.

Salahsatu bentuk komitmennya yakni melayani masyarakat di bulan Ramadan ini. Ia tak ingin mengendorkan semangat melayani meski sebagian besar karyawannya tengah menjalani puasa Ramadan.

Suasana bulan suci Ramadan dijadikan tambahan pelecut semangat tetap memberikan pelayan prima serta kenyamanan kepada para pasien.

“Kami tetap melayani seperti biasa. Misalnya, pelayanan di UGD tetap 24 jam. Tidak ada yang berubah dari kami selama Ramadan ini,” timpalnya.

Pelayanan lainnya juga tetap dilakukan guna memenuhi kebutuhan dan kenyamanan para pasien dan keluarganya. Bahkan, di musala rumah sakit plat merah itu akan dilaksanakan Salat Tarawih.

“Jadi Salat Tarawih berjamaah bagi keluarga pasien tetap dilakukan seperti tahun sebelumnya, agar tidak jauh-jauh untuk melaksanakannya,” imbuhnya.

Kata dr Erli, bulan puasa bukan penghalang bagi petugas untuk tidak melakukan tugas utamanya. Namun, harus semakin menjadi semangat dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, agar pahala puasa juga bertambah.

“Intinya, pada bulan suci Ramadan, pelayanan terhadap pasien harus lebih diprioritaskan. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak panik dan cemas karena takut tidak terlayani selama bulan Ramadan,” tegasnya.

Namun demikian, meskipun di Kabupaten Sumenep sudah zona hijau, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga pasien untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam mencegah Covid-19.

“Kami berharap khususnya para keluarga pasien tetap mengikuti protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Penulis: Taufiq
Editor: Lindawati