Kecam Tindakan Represif Oknum Aparat, Mahasiswa Demo Polres Sumenep

0

Sumenep, Teliksandi.net- Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Sumenep Jl. Urip Sumoharjo Pabian, Senin (18/10/2021).

Aksi gabungan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep dan Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) itu bertujuan untuk menagih pertanggungjawaban Kapolres Sumenep soal tragedi kekerasan terhadap aktivis mahasiswa yang terjadi pada 1 Oktober di Sumenep dan 13 Oktober di Tangerang.

Mereka menilai tragedi tersebut menjadi insiden buruk terhadap Kepolisian Republik Indonesia. Sebab dalam penyampaian aspirasi mahasiswa sering diperlakukan represif oleh kepolisian.

Bahkan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepolisian, mereka menyerukan Kapolres diminta “Mundur”, selain itu hentikan kekerasan terhadap aktivis, dan copot bagi oknum Polisi yang melakukan kekerasan.

Namun dalam aksi tersebut mahasiswa tidak ditemui oleh pimpinan tertinggi di Kepolisian Resort Sumenep, hanya Wakapolres yang menemui, akan tetapi mahasiswa tidak mau ditemui orang nomor dua di jajaran kepolisian Sumenep tersebut.

“Katidakhadiran Kapolres Sumenep bentuk ketidakberanian menghadapi mahasiswa. Sepintas kami menilai, Kapolres AKBP Rahman Wijaya gagal, sebab tidak ada Kapolres yang begini sebelumnya,” ucap kecewa Robi Nurrahman Ketua DPC GMNI Sumenep.

Mereka berjanji akan segera melayangkan surat aksi kembali ke Polres Sumenep. Hal itu sebagai bentuk komitmen mahasiswa bagaimana mengawal kedzoliman terhadap demokrasi yang dilakukan oleh Kepolisian.

“Kami akan segera melayangkan surat aksi. Ini sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap Kapolres Sumenep karena tidak menemui kami. Bahkan kami akan melakukan aksi berjilid-jilid sampai Kapolres AKBP Rahman menemui kami dan menyatakan sikap,” kata Mohammad Nor Ketua Gempar, mengakhiri.

Sekedar informasi, Kapolres Sumenep tidak menemui massa aksi dikarenakan menghadiri kegiatan vaksinasi. Hal itu diketahui setelah Kabag Ops Polres Sumenep memperlihatkan surat kegiatan Kapolres Sumenep.

Reporter: Muid
Editor: Lindawati