Gandeng KUA, YAKSBI Gelar Penyuluhan Perkawinan ‘Pra Nikah’

0

Pamekasan, Teliksandi.net-Yayasan Almarzuki Keluarga Serba Bisa Indonesia (YAKSBI) menggelar penyuluhan persiapan pernikahan (pra-nikah) dan parenting Islam di Yayasan An-Najah Sumber Berkong Kertagenah Tengah, Kadur, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Pada Jum’at (24/04).

Acara yang dikemas dengan penerapan teknik ceramah dan sharing bersama itu bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Tema yang diangkat pada kesempatan ini yakni “Tour Ramadhan dalam rangka Penyuluhan Keluarga Sakinah (Persiapan Pra-Nikah) dan Parenting Islam”. Yang dimonitori oleh, pendiri YAKSBI, Layyinah S.H., dan Penyuluh Keluarga Sakinah KUA Kadur, Halimatuz zahro S.H.I.,

ketua YAKSBI, Achmad Sahlan mengatakan, peran penyuluh agama perlu ditingkatkan guna memutus mata rantai pernikahan anak di bawah umur. Peran para penyuluh penting agar para orang tua dan anak dapat memahami risiko nikah muda.

“Terutama yang terkait dengan masalah mental dan tumbuh kembang anak mereka setelah menikah,” terang Achmad Sahlan kepada Teliksandi.net.

Lebih lanjut, Caklan, sapaan karib Achmad Sahlan menambahkan, pendidikan persiapan pernikahan dan parenting Islam sangat penting untuk disosialisasikan.

Yakni, sebagai motivasi masyarakat dan kaum remaja milenial untuk terus mempertimbangkan setiap keputusan khususnya untuk menuju jenjang pernikahan agar meminimalisir tingkat keretakan keluarga.

“Penyuluhan ini sangat penting untuk masyarakat khususnya Remaja dan orang tua, Dan sebagai sarana pengabdian dan sosialisasi,” tuturnya menjelaskan.

Sementara Penyuluh Radikalisme KUA Kadur, Lukman menyampaikan, penyuluhan mengenai persiapan pernikahan penting dilakukan. Yakni untuk menunjang pola pikir remaja agar supaya bisa mempersiapkan secara matang sebelum mereka mengambil tindakan.

“Penyuluhan ini juga sebagai metode penyaluran pendidikan pernikahan yang jarang sekali masyarakat dapati khususnya remaja. Sebagai motivasi memperkuat pola pikir kematangan diri,” paparnya.

Dirinya berharap, adanya penyuluhan tersebut dapat meningkatkan motivasi masyarakat khususnya para remaja terkait pentingnya pendidikan pernikahan.

Selain itu, ia juga berharap, adanya kader sarjana Hukum Keluarga Islam yang mengabdi kepada masyarakat seperti yang di lakukan oleh YAKSBI.

“Baik itu motivasi dari dalam maupun dari luar. Dan juga kami berharap. Para orang tua mau mendukung untuk anak remajanya mengikuti pendidikan pra-nikah. Dan untuk para orang tua juga terbuka untuk mengikuti Pendidikan Parenting Islam dengan konsisten,” timpalnya.

Penulis: Layyinah
Editor: Lindawati