Faktor Ekonomi, Alasan Utama Tingginya Perceraian di Pamekasan

0

Pamekasan, Teliksandi.net–Angka perceraian di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur selama tahun 2020 mencapai 1.474 kasus.

Sebagaimana disampaikan Panitera Muda Pengadilan Agama Pamekasan, Hery Kushendar. Menurut dia, ribuan kasus tersebut didominasi dari faktor krisis ekonomi dan perselisihan terus menerus.

“Terbesar adalah faktor perselisihan terus menerus dan krisis ekonomi,” terang Hery saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/4/2021).

Sebelum diputus, kata Hery, instansinya mengadakan mediasi Terlebih dahulu. Artinya, kedua belah pihak dipertemukan dengan upaya mempertahankan hubungannya.

Kemudian, jika pada tahap mediasi ini, kedua belah pihak tetap memilih untuk hidup masing-masing, maka perceraian terpaksa harus dilakukan.

“Sebelum sidang, kami memediasi mereka untuk berdamai, jika mediasi tidak berhasil maka sidang dilanjutkan,” sambungnya.

Sementara untuk tahun ini, Pengadilan Agama setempat telah mencatat 366 pasutri yang telah mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama setempat. Dengan rincian, 130 cerai talak, dan 236 cerai gugat.

“366 Pasutri ini sudah terdaftar di PA Pamekasan denga berbagai macam penyebab” terangnya.

Reporter: Taufiq Arief
Editor: Lindawati