Dewan Minta Dishub Sumenep Sanksi Kontraktor Proyek Tambatan Laut

0

Sumenep, teliksandi.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, angkat bicara soal pengerjaan proyek perpanjangan tambatan laut yang berlokasi di objek Wisata Pantai Sembilan, Kecamatan/Pulau Giligenting yang diduga tidak sesuai Spek dan Bestek.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Dulsiam membenarkan, jika pihaknya menemukan beberapa kejanggalan pada saat Inspeksi Mendadak (Sidak) di lokasi pengerjaan proyek beberapa waktu lalu.

“Saat kita lihat di lapangan, bahwa pengerjaan proyek itu tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB),” katanya pada media ini, Kamis (12/12/2019).

Tudingan tidak sesuai RAB itu, Dulsiam kuatkan dengan adanya bukti di lapangan yang ditemukannya. Sehingga kuat dugaan pihak kontraktor pada pengerjaan proyek itu asal-asalan.

“Jadi kita temukan yaitu, pekerja tidak melakukan penggalian pondasi. Itu sudah jelas salah,” jelasnya.

Dari temuan itu, pihaknya menyatakan, sudah memanggil dan mewarning Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera melakukan perbaikan atas pengerjaan proyek tersebut.

“Dari pemanggilan itu, Dishub mengonfirmasi jika sudah dilakukan perbaikan. Namun, kita belum melakukan pengecekan lagi,” terangnya.

Namun, jika rekomendasi Komisi III diabaikan, Dulsiam mengaku tak segan untuk meminta Dishub memberikan sanksi pada kontraktor yang mengerjakan.

“Jadi kita mengimbau pekerjaan itu dikerjakan sesuai RAB, agar hasil pengerjaan itu betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat,” tukasnya.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, reporter teliksandi.net belum berhasil memperoleh konfirmasi dari pihak Dishub Sumenep.

Parahnya, Kadishub Agustiono Sulasno terkesan menutup diri saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon selulernya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, proyek perpanjangan tambatan laut di Objek Wisata Pantai Sembilan, Kecamatan/Pulau Gili Genting yang dikerjakan oleh CV Setiabudi, dengan nilai anggaran Rp 430.000.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 itu disoal Liga Mahasiswa Advokasi Masyarakat (LIMAS) karena pengerjaan diduga tidak sesuai Spek dan Bestek.

Reporter : Syaiful
Editor : Badrur