Apa Kabar Kasus Dugaan Korupsi Gedung Dinkes? Begini Penjelasan Kasi Intel Kejari Sumenep

0

Sumenep, Teliksandi.net– Belum lama ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep dikabarkan telah mengembalikan berkas perkara kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep kepada Polres Sumenep untuk kesekian kalinya.

Terhitung, mondar-mandirnya berkas perkara ini telah mengalami proses pengembalian sebanyak tiga kali oleh Kejari Sumenep ke Penyidik Polres Sumenep.

Kejari Sumenep selalu berdalih bahwa berkas perkara yang diajukan Penyidik Polres Sumenep belum menyempurnakan kekurangan sebagaimana petunjuk Tim Jaksa Kejari Sumenep.

Kasi Intel Kejari Sumenep, Novan Bernadi mengungkapkan, Penyidik Polres Sumenep belum mampu melengkapi berkas perkara sebagaimana petunjuk yang diberikan.

“Sudah kita kasih petunjuk, soalnya ini berkasnya masih kurang,” ungkapnya.

Pengembalian berkas ini, kata Novan sudah dikembalikan pekan lalu oleh Kejari Sumenep.

Sayangnya, instansinya enggan membeberkan petunjuk apa saja yang belum dipenuhi oleh penyidik polres sumenep pada kasus ini.

“Sama seperti yang terdahulu, saya untuk hal lainnya tidak bisa menjelaskan. Hanya bisa menjelaskan sekarang posisinya sudah dikembalikan lagi,” imbuhnya.

Kata dia, berkas dan petunjuk dari jaksa tidak bisa di ekspos ke publik. Sebab, dalam aturan yang berlaku memang tidak diberikan legitimasi.

“Kalau itu masuk ke teknis, kita tidak bisa mengeksplor. Kenapa, karena itu salah satu hal-hal yang dikecualikan oleh undang-undang, termasuk petunjuk dari jaksa tidak boleh di eksplor keluar,” sahutnya.

Sementara itu, Novan juga menerangkan bahwa pihak yang mampu menuntaskan kasus ini sendiri ada pada penyidik.

“Kalau yang menuntaskan ini bukan kita, tapi penyidik. Jadi yang menuntaskan adalah penyidik. Kalau kita ini penuntut umum, menyidangkan perkara ini ke pengadilan,” jelasnya.

Untuk diketahui, kasus pembangunan gedung Dinkes Sumenep sudah berlangsung sejak 2015. Proyek tersebut menggunakan anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 4 miliar pada tahun 2014.

Seiring berjalannya waktu, kasus ini selalu mangkir tak menemukan titik terang. Sampai akhirnya, pada 29 Oktober 2019, Polres Sumenep sempat menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni inisial (IM) dan (MA), kendati yang bersangkutan belum dilakukan proses penahanan.

Kasus rasuah pembangunan gedung Dinkes Sumenep ini sudah berjalan selama kurang lebih enam tahun.

Sepanjang enam tahun berjalan, sudah berganti 7 pucuk pimpinan Polres Sumenep hingga sekarang. Sayangnya dari 7 Kapolres, tak satupun mampu menuntaskan perkara ini.

Penulis: A. Munawwir
Editor: Lindawati