Admin Arisan Online di Sumenep Bawa Kabur Uang Ratusan Juta Rupiah

0

Sumenep, Teliksandi.net- Arisan online di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali memakan korban.

Kali ini, seorang wanita asal Dusun Penatu, Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, bernama Ani widya (24) diduga telah membawa kabur uang sebesar ratusan juta rupiah.

Sejumlah korban mengaku tertipu dengan nominal yang berbeda-beda, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Salah seorang korban, Windy Astri mengatakan, admin wanita yang dicari tersebut juga menjadi admin arisan online di tempat lain.

“Model arisan online yang digunakan, lewat sistem menurun. Ada beberapa anggota arisan dan masing-masing menyetorkan uang bervariatif. Mulai yang kecil sampai yang besar, kalau ditotal keseluruhan kurang lebih Rp 250 juta,” Ujar Windy.

Motifnya, pelaku juga bertindak sebagai peserta arisan. Dengan modus, pelaku mengambil urutan yang pertama.

“Dia ambil urutan atas, setelah dia dapat uang arisan tersebut pihaknya tidak membayar dan menghilang,” katanya.

Menurutnya, bahwa uang yang ingin cair sesuai dengan permintaan anggota bukan dilakukan secara acak.

“Untuk uang yang dicairkan sesuai nomor urut yang diminta anggota dan tidak dilakukan secara acak”, Tegasnya.

Berbagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sudah dilakukan secara baik. Mulai dari mendatangi rumah widya hingga bertemu suami pihak terkait.

Namun, dirinya tidak mendapat iktikad baik dari pelaku maupun keluarga pelaku.

“Kita sudah datang ke rumahnya untuk berbicara, Sudah ada upaya mediasi pertama dari aku selaku admin. dan juga admin lain datang kerumahnya, biar ada pertanggung jawaban dari widya maupun suaminya”, Ucapnya.

Ia menegaskan, akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum. Tujuannya, agar memberikan efek jera dan tidak menjadi contoh dari admin yang lain.

“Kami juga sudah mintai keterangan suaminya, namun ia janji mau nyicil. Tapi sampai sekarang kurang lebih 4 bulan tidak ada uang masuk dan di telfon tidak di respon” Pungkasnya.

Reporter : Rifki
Editor : Lindawati