30 Desa di Sumenep Diprediksi Bakal Didera Kekeringan

0

Sumenep, Teliksandi.net- Sebanyak 30 Desa yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diprediksi akan mengalami Kekeringan.

“Bencana ini diprediksi akan berlangsung hingga September 2021. Itu berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Giofisika (BMKG),” terang Kepala Badan Penanggulangan Badan Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi, Selasa (25/5/2021) kemarin.

Dari berbagai desa di Sumenep, instansinya mencatat, terdapat 30 desa yang diprediksi mengalami kering kritis dan kering langka, baik daratan maupun wilayah kepulauan selama tahun 2021.

Adapun desa yang diprediksi mengalami kekeringan langka di kepulauan yakni desa di wilayah Kecamatan Gayam, Arjasa, Giligenting dan Nonggunong.

“Sedangkan daratan yakni Ganding, Bluto, Batang-Batang, Saronggi, Dasuk, Rubaru dan sebagainya,” sambungnya.

Dan, 11 desa lainnya yakni, Desa Montorna, Lebeng Barat, Prancak, Campaka Kecamatan Pasongsongan.

Kemudian, desa yang ada di Kecamatan Batuputih, yakni Desa Badur, Bullaan, dan lain sebagainya. Untuk kepulauan, Desa Palasa, Kecamatan Talango.

“Kering kritis itu apabila jarak ke lokasi sumber mata air mencapai di atas tiga kilo dan ketersediaan air bersih berkurang dari 10 liter per orangan setiap harinya,” paparnya.

Sementara kering langka, bila jarak dari permukiman warga ke sumber mata air itu antara 1,5 sampai 3 kilo meter dengan kebutuhan kurang lebih dari 30 liter perorangan setiap harinya.

Untuk itu pihak BPBD menunggu usulan dari warga melalui kantor kecamatan setempat yang diajukan ke pemerintah kabupaten.

“Setelah itu kita akan melakukan verifikasi ke desa yang telah mengajukan permohonan bantuan air. Dan disesuaikan dengan kebutuhan,” tutupnya.

Reporter : Rifki
Editor : Lindawati