Soal Tingginya Kemiskinan di Sumenep, Ahmad Fauzi : Pemerintah Tidak Tidur

0

Sumenep, teliksandi.net- Tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kembali menjadi perbincangan. Pasalnya, dalam 10 tahun terakhir, angka kemiskinan di Kabupaten berjuluk Kota Keris ini masih menjadi momok yang belum bisa teratasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2020, Kabupaten Sumenep merupakan kabupaten dengan angka kemiskiman terbesar nomor 2 se-Jawa Timur.

Menanggapi hal tersebut, pasangan calon Bupati nomor urut 02, Fattah Jasin berpendapat, tingginya kemiskinan di Sumenep merupakan salah satu bukti kegagalan pemerintah menahkodai Sumenep.

“Melihat perkembangan 5 hingga 10 tahun lalu, harusnya Sumenep tidak seperti yang disampaikan,” ujar Fattah Jasin saat debat publik Cabub dan Cawabub Sumenep, Selasa (10/11/2020) malam.

Untuk mengentaskan angka kemiskinan tersebut, menurut pria yang karib disapa Gus Acing itu perlu adanya pemetaan kembali. Jika janda tidak produktif, perlu diberikan bantuan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bagi yang tidak produktif, perlu ada bimbingan ekonomi yang harus dilakukan.

“Ada kemiskinan kultural, ada juga miskin bawaan (struktural). Artinya, dalam kategori miskin itu perlu dipetakan. Mana yang miskin dan mana yang cukup miskin,” sambungnya menjelaskan.

Kendati demikian, pasangan calon Bupati nomor urut 01, Ahmad Fauzi yang notabenenya merupakan incumbent menyebutkan, angka kemiskinan di Sumenep, tahun ini mengalami penurunan.

Secara hitungan Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep mengalami penurunan 0,68 persen, dari tahun sebelumnya.

“Bukan karena Pemerintah itu tidur, mereka sudah melakukan yang terbaik, indikatornya adalah angka kemiskinan itu turun 0,68 persen dari tahun 2019,” Tutur Achmad Fauzi,

Menurutnya, hal itu menjadi pembahasan penting bagi pemimpin periode selanjutnya. Sebab, itu sudah diketahui oleh elemen pemerintah kabupaten setempat.

“Untuk itu, perlu adanya pemutakhiran data itu harus sinkron dengan Kepala Desa setempat. Dan Dinas terkait harus benar-benar turun ke bawah untuk memastikan angka tersebut,” terangnya

Reporter : Taufiqurrahman
Editor : Naylia