Sempat Ditutup, Galian C di Desa Gadu Barat Kembali Beroperasi

0

Sumenep, Teliksandi.net – Maraknya tambang Galian C tidak berijin di Kabupaten Sumenep terus menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, selain tidak berijin tambang galian C di Sumenep sangat meresahkan masyarakat.

Kurangnya pengawasan juga selalu menjadi problem akut sehingga menyebabkan tambang galian C ilegal di Kota Keris ini terus menjamur.

Tambang galian C yang diduga ilegal, satu di antaranya di Dusun Pregi Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Menurut keterangan warga setempat yang minta identitasnya tidak disebutkan, dirinya mengeluh atas kegiatan penambangan galian C tersebut.

Pasalnya, tanah yang dihasilkan kendaraan berat yang melintasi jalan Desa Gadu Barat menyebabkan jalanan licin karena saat ini masuk musim hujan, dan sangat menggangu aktivitas keseharian masyarakat setempat.

“Ini jelas sangat meresahkan masyarakat juga sangat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat, selain jalan yang rusak, jalanan licin. Kekhawatiran yang terbesar dari masyarakat setempat adalah takut terjadi sesuatu seperti tanah longsor dan lain sebagainya apabila terus dilalui dump truck pengangkut material tambang Galian C tersebut,” kata warga setempat pada media ini, Rabu (17/11/2021).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, lokasi penambangan yang diduga ilegal tersebut lokasinya berdekatan dengan Kuburan Kramat yang dianggap mistis oleh masyarakat setempat.

“Di samping lokasi penambangan itu ada makam kramat Gung Pandha’ (Bhuju’ Gung Pandha’), kami selaku masyarakat Desa Gadu Barat sangat resah dengan adanya kegiatan penambangan ini (Galian C, red),” tegasnya.

Pihaknya menerangkan, bahwa kegiatan tambang galian C yang diduga ilegal ini sempat diberhentikan oleh pihak polsek setempat.

“Itu hanya berhenti dua hari saja, saat ini sudah melakukan kegiatan kembali,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, H. Sakdi Kepala Desa Gadu Barat menegaskan bahwa kegiatan penambangan Galian C tersebut tidak ada ijin pada desa.

“Maaf, saya tidak bisa menjelaskan hal itu, karena saya tidak tau. Intinya tidak ada ijin ke desa,” singkatnya.

Reporter: Muid
Editor: Lindawati