Tuntut Sekda Mundur, Mahasiswa Bakar Kemenyan dan Tabur Kembang 7 Rupa

oleh -300 views
Poster tuntutan aktivis PMII Kom Unija untuk Sekda Sumenep, Edy Rasyiadi (Syaiful/Teliksandi)

Sumenep, teliksandi.net – Polemik bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Sumenep berbuntut panjang. Terbaru, Kamis (23/01/2020), sejumlah aktivis mahasiswa dari PMII Komisariat Unija melakukan aksi demo di kantor Pemkab setempat.

Aksi demo mahasiswa ini diawali dengan menggelar aksi long march dari taman Tajamara ke kantor Bank Mandiri di jalan Trunojoyo dan dilanjutkan ke kantor Pemkab Sumenep di jalan Dr. Cipto.

Pantauan di lokasi, sejumlah atribut dan poster tuntutan, serta bendera berwarna biru kuning bertuliskan PMII juga mengiringi langkah aksi demo sejumlah aktivis PMII Kom Unija ini.

Sesampainya di kantor Pemkab Sumenep, aktivis PMII Kom Unija silih berganti melakukan orasi meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep bertanggung jawab atas carut-marutnya penyaluran bansos BPNT.

Dimas Wahyu Abdillah selaku korlap aksi demo PMII Kom Unija merasa geram atas tingkah laku Sekda Sumenep, yang dinilai tidak mampu mengurai polemik BPNT.

“Sekda Sumenep terkesan tutup mata dan tutup telinga atas segala persoalan. Entah karena tidak paham permasalahan atau bahkan tak paham dengan ketentuan BPNT ini. Sehingga, tak ada satupun langkah yang dilakukan,” ujar Dimas.

Menurut Dimas, sebagai ketua Tikor Kabupaten, harusnya Sekda berada dalam posisi sentral untuk mengawal dan mengawasi program bansos BPNT.

Jika demikian, sambung Dimas, Sekda akan dinilai negatif oleh pemerhati kebijakan publik. Bahkan, nantinya Sekda yang akan dianggap dalang dalam carut-marutnya BPNT di Sumenep.

“Kami sangat menyayangkan jika itu terjadi. Atau jangan-jangan Sekda tengah mencari kambing hitam yang akan disalahkan atas persoalan ini,” bebernya.

Namun sayang, aksi demo aktivis PMII Kom Unija tersebut tidak mendapatkan respon dari Sekda Sumenep yang dalam hal ini, Edy Rasyiadi.

Sebagai salah satu bentuk kecaman dan kekecewaan karena tidak ditemui, aktivis PMII Kom Unija melakukan doa bersama disertai pembakaran kemenyan dan menabur kembang tujuh rupa.

“Bagian tuntutan kami, jika Sekda Sumenep tidak mampu menyelesaikan masalah ini, maka mundur saja dari jabatan ketua Tikor Kabupaten,” pungkasnya.

Reporter : Syaiful
Editor : Naylia