Terungkap, Cinta Segitiga Jadi Motif Pelaku Pembacokan di Manding

oleh -73 views
Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi saat mendatangkan pelaku pembacokan sekaligus barang bukti (Syaiful/Teliksandi)

Sumenep, teliksandi.net – Ach. Wakid (37) dibacok tetangga desanya tepat di depan rumah mertuanya di Dusun Barona, Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Sabtu siang (8/2/2020).

Akibat luka bacok yang dialami korban cukup parah, akhirnya korban menghembuskan napas terakhirnya saat tiba di Puskesmas Manding.

Namun kurang dari 24 jam persitiwa itu terjadi, pelaku pembacokan yang mengakibatkan meninggalnya korban Wakid berhasil diamankan polisi, setelah pelaku menyerahkan diri.

Pelaku adalah inisial MA alias Ennan (34), warga Desa Tenonan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep.

Kepolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terkuak motif sesungguhnya pelaku nekat menghabisi nyawa korban.

“Pelaku mengakui dendam karena persoalan asmara dengan korban dan mantan pacarnya yang kini diperistri korban,” ujar Deddy saat memiimpin press rilis di Mapolres Sumenep, Senin (10/7/2020).

Dikatakan Deddy, pelaku sakit hati lantaran hubungan yang dirinya bina dengan sang mantan pacar (istri korban) selama kurang lebih 7 bulan lamanya harus kandas dengan hadirnya korban.

“Dia dendam karena korban menikahi perempuan idamannya tersebut,” terangnya.

Sedangkan, hasil otopsi yang diterima kepolisian menegaskan bahwa korban menderita luka akibat sayatan yang diakibatkan sebilah celurit yang identik dengan barang bukti yang diamankan dari pelaku.

“Jadi, pelaku ini membacok korban sebanyak tiga kali, dan tepat pada bagian perut,” urai Deddy.

Sementara itu, pelaku mengakui bahwa dirinya khilaf dan gelap mata saat melihat mantan pacarnya jatuh dalam pelukan korban.

“Saya khilaf karena dia (korban Ach. Wakid) juga melakukan ancaman kepada saya,” kata MA alias Ennan di hadapan awak media.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pengetrapan pasal 338 subsider 351 ayat 3 tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Reporter : Syaiful
Editor : Naylia