Rutinitas, BerKat Sisir Warga Kurang Mampu Bagikan Sembako

oleh -28 views

Sumenep, teliksandi.net– Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Komunitas BerKat (Bersama Masyarakat) kembali menyambangi warga kurang mampu. Sabtu (25/7/2020).

Kali ini, para pemuda asal Desa Karduluk, Kecanatan Pragaan, Kabupaten Sumenep ini, Bersedekah bingkisan kepada lima anak yatim piatu bersaudara di Dusun Solok, Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Sumenep.

Salah seorang member berkat, Imalah Aziz mengatakan, kegiatan tersebut berawal dari informasi kerabatnya tentang keberadaan 5 orang anak yatim piatu yang tinggal bersama.

“Alhamdulillah, sembari mengisi waktu luang, kami bisa berbagi dengan saudara-saudara kita di Kecamatan Lenteng,” ujar Imalah aziz usai kegiatan.

Dijelaskan, Mereka menjadi yatim piatu, semenjak beberapa tahun lalu, bapaknya meninggal sekitar 6 tahun lalu. Kemudian ibunya wafat 4 tahun kemudian.

Dan, Saat ini mereka hanya tinggal berempat setelah yang tertua merantau ke daerah Jawa. Alhasil, mereka berempat harus berjuang mencukupi kehidupan sehari-hari meski mereka belum ada yang bekerja.

“Kakak tertuanya belum berkeluarga dan di Jawa hanya mengajar. Kalaupun sesekali mengirim uang, katanya tidak dapat mencukupi kehidupan sehari-hari mereka,” tutur Imalah Aziz menjelaskan.

Menariknya, walau tidak ada yang bertanggung jawab penuh terhadap hidup dan pendidikan mereka, anak nomor tiga adalah lulusan SMA di salah satu pondok pesantren terkemuka di Sumenep.

“Mbak saya tunarungu. Adik saya yang pertama saat ini sedang nyantri di Annuqayah, adik yang terakhir masih sekolah dasar. Sedangkan saya lulus dari pondok tidak melanjutkan,” tutur Ahmad (nama samaran).

Ditanya dari mana ia dapat biaya hidup sehari-hari dan biaya untuk sekolah adik-adiknya?. “Gak tahu ya mas, ada saja rejeki. Saya sendiri belum bekerja, tapi Alhamdulillah kita bisa hidup,” jawabnya tersenyum renyah.

Sementara itu, Koordinator Berkat, Badrur Rosi mengatakan, setiap kegiatan sosial yang dilakukan BerKat, memang tidak banyak yang diberikan kepada mereka-mereka yang disambangi.

Namun ia berharap dengan hadir di tengah-tengah mereka yang kurang beruntung, dapat memberikan support dan motivasi agar mereka tidak putus asa. Sebaliknya, mereka harus terus bersemangat untuk bangkit.

“Kami berbagi bukan untuk menjadikan orang bermental peminta-minta. Justru kami ingin mengajak mereka bangkit bersama, apalagi seperti Ahmad dan saudara-saudaranya masih muda, jalan masih panjang yang harus ditempuh,” katanya.

Di sisi lain, ia juga ingin terus mengajari diri sendiri, member BerKar khususnya dan semua orang umumnya agar pandai menyukuri terhadap apa yang telah dianugerahkan Tuhan.

“Karena di luar sana, banyak sekali orang yang kurang bahkan tidak seberuntung. Sementara kita, meski sudah diberi banyak nikmat, masih saja banyak mengeluh dna ogah bersyukur,” pungkasnya.

Penulis : Taufiq
Editor : Naylia