Kemah Santri KKM-MI Pragaan 2019, Menuai Protes

oleh -579 views
Biping regu MI Nurul Ulum saat tabayun ke pantia

Sumenep, teliksandi.net – Kemah Santri KKM-MI Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menyisakan cerita kurang baik di kalangan peserta.

Pasalnya, pasca penutupan acara yang digelar Senin (28/10/2019) siang, kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Pakamban Laok itu menuai protes dari salah satu peserta.

Delegasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum, Karduluk getol menyampaikan protes terkait pelaksanaan yang dinilai tidak fair dan tidak profesional.

Bina Pendamping (Biping) kontingen Nurul Ulum, Nur Hidayah mengatakan, protes berawal dari sejumlah kejanggalan yang dialami regu Nurul Ulum selama kegiatan, diantaranya dibuatnya aturan tiba-tiba di luar juklak dan hasil tehnical meeting.

“Tiba-tiba ada aturan lomba menggambar logo tidak boleh menggunakan bingkai hiasan. Lalu, di pentas seni tiba-tiba kembang api mengurangi nilai. Aneh kan?,” tuturnya.

Menurut Nur, pihaknya sudah berusaha klarifikasi ke panitia. Dan pada tabayun pertama itu panitia menyampaikan permintaan maaf terkait insiden-insiden tersebut.

“Panitia sudah mengakui sejumlah kesalahan. Dalam pemahaman kami, pantia memang kurang siap dalam kegiatan ini, bahkan antar panitia saja tidak satu persepsi,” terangnya.

Protes tidak sampai di situ. Sebab, hasil penilaian lomba-lomba yang menjadi ruh dari sportifitas kegiatan itu tak kunjung dikeluarkan pihak panitia, bahkan usai diumumkan juara-juaranya.

“Nilai lomba yang tidak keluar setiap hari masih kami maklumi. Lalu dijanjikan akan dikeluarkan di hari terakhir, tapi usai penutupan nilai malah gak keluar juga. Kita kan perlu tahu nilai masing-masing lomba,” sesalnya.

Dari masalah nilai, lanjut Nur, pihaknya berusaha meminta langsung ke panitia, tapi panitia tak berkenan memberikan dengan alasan akan dishare ke Kepala MI masing-masing.

“Dalam kegiatan ini, Kepala (Madrasah) sudah memberi mandat pada kami (Biping), ngapain masih harus dipersulit nilai akan diberikan ke ini itu?. Bagi kami, ini pasti ada yang tidak beres,” ketusnya.

Alumnus Ponpes Sumber Mas ini menegaskan, pihaknya menyampaikan protes dan koreksi tidak dalam rangka marah. Tetapi dirinya hanya ingin memastikan kegiatan berlangsung jujur, fair dan tidak rebang pilih.

“Santri identik dengan kejujuran dan keterbukaan. Jika prinsip-prinsip itu tidak dilakukan di kegiatan semacam ini, maka nyatakan boikot untuk kemah santri tahun depan. Dan mohon maaf, Nurul Ulum lebih baik absen,” pungkasnya.

Sementara saat media ini konfirmasi kepada Zaini selaku Ketua Panitia, terkait protes dari salah satu peserta kemah pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia tidak menyampaikan secara jelas adanya protes itu.

“Saya tidak tahu soal itu, di sini saya menjalankan tugas saja,” kata Zaini singkat saat dikonfirmasi lewat panggilan telpon.

Reporter : Ozi
Editor : Badrur