Blangko e-KTP di Sumenep Kosong, 32 Ribu Pemohon Diberi Suket

oleh -48 views
Sejumlah Pemohon Melakukan Pendaftaran Administratif di Mall Pelayanan Publik (MPP) Sumenep

Sumenep, teliksandi.net – Blangko e-KTP di Kabupaten Sumenep masih kosong. Hingga pekan pertama bulan Oktober 2019 ini, warga yang mengurus dokumen kependudukan tersebut hanya diberi Surat Keterangan (Suket).

Sejak sepekan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep telah menerbitkan 32 ribu lembar Suket yang sudah dicetak. Upaya penerbitan Suket ini, sebagai pengganti sementara e-KTP yang belum dimiliki warga.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sumenep, Wahasah mengatakan, kosongnya blangko e-KTP dari pemerintah pusat berdampak pada KTP elektronik di Kabupaten Sumenep.

“Memang sejak sepekan terakhir ini, blangko e-KTP kosong. Sehingga warga yang sedang mengurus KTP elektronik harus bersabar dulu,” ujarnya, Selasa (8/10/2019).

Wahasah menyatakan, jika pihaknya sudah melakukan pengajuan permohonan blangko e-KTP kepada pemerintah pusat. Namun, sampai saat ini belum ada respon.

“Belum diketahui, sampai kapan turunnya blangko itu. Suket dikeluarkan sambil menunggu ketersediaan blangko dari pusat,” jelasnya.

Sementara, pihaknya mengaku mengajukan 27.000 blangko e-KTP. Hal itupun disesuaikan dengan jumlah masyarakat yang tidak memiliki e-KTP. “Sampai sekarang, ada 32.000 yang hanya memiliki Suket,” tuturnya.

Meski terjadi kelangkaan, layanan administrasi kependudukan tetap berjalan normal. Suket untuk pengganti e-KTP diberikan dengan masa waktu berlaku hanya enam bulan, sambil menunggu blangko e-KTP datang.

“Masyarakat tak perlu khawatir, jika belum mendapatkan atau memiliki e-KTP, bisa pakai suket. Karena fungsinya sama sebagai pengganti e-KTP sementara. Kalau masa berlaku suket ini habis e-KTP dan juga belum keluar, kami sarankan agar segera melapor ke kami. Selanjutnya, jika blangko datang, maka suket ini diganti fisik e-KTP,” pungkasnya.

Kosongnya blangko ini diketahui tak hanya terjadi di Kabupaten Sumenep saja, melainkan hampir seluruh daerah mengalami hal serupa.

Reporter : Syaiful
Editor : Badrur