Baru Menikah, Warga Manding Tewas Dibacok

oleh -56 views
Korban saat dilakukan pertolongan pertama di Puskesmas Manding (Syaiful/Teliksandi)

Sumenep, teliksandi.net – Seorang pria menjadi korban pembacokan oleh tetangga desanya dengan menggunakan celurit.

Korban adalah Ach. Wakid (37), warga Dusun Barona, Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep.

Dari keterangan kepolisian, pria yang diketahui baru belasan hari menikah tersebut mengalami luka bacok pada perut sebelah kiri sepanjang 20 cm.

Korban dibacok di jalan desa depan rumah mertua korban, Busiya (50) Dusun Kalompang, Desa Gadding, Kecamatan Manding, Sumenep.

“Korban meninggal. Kedalaman lukanya 10 cm,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Sabtu malam (8/2/2020).

Menurut Widi biasa dipanggil, pelaku pembacokan diduga dilakukan oleh Ennan, warga Desa Tenunan, Kecamatan Manding, Sumenep.

Peristiwa bermula saat korban bersama ibu mertuanya hendak berangkat ke sawah untuk mengambil bibit padi yang akan ditanam. Sesampainya di depan rumah yang juga ditempati bersama istrinya, tiba-tiba datang pelaku membawa celurit.

Tanpa basa-basi pelaku membacokkan senjata tajam berupa celurit hingga tiga kali ke bagian perut kiri korban Ach. Wakid. Korban tersungkur bersimbah darah tanpa melakukan perlawanan.

“Lalu pelaku melarikan diri ke arah timur sambil membawa barang bukti (BB) celurit,” ujarnya.

Sementara, ibu mertua korban, Busiya sontak menjerit histeris melihat menantunya terkapar di depan matanya. Warga sekitar pun berdatangan dan menolong korban untuk dilakukan evakuasi ke Puskesmas setempat

“Namun nyawa korban sudah tidak tertolong,” imbuhnya.

Aparat kepolisian dikerahkan untuk mengejar pelaku dan mengamankan situasi. “Sementara motifnya masih kita dalami,” tukas widi.

Sumber lain menyebutkan, Ach. Wakid baru belasan hari menikah dengan istrinya, sebut saja Bunga (nama samaran) yang statusnya sudah janda.

Bunga menjanda tidak lama. Ia cerai dengan suami sebelumnya dengan status gugat cerai. Dugaan kuat ada hubungan asmara segi tiga di balik pembacokan tersebut.

Reporter : Syaiful
Editor : Naylia