Koleksi Buku di Perpusda Minim, Bukti Pemerintah Tak Serius Tingkatkan Literasi

0

Sumenep, teliksandi.net- Minimnya sarana dan prasarana kepustakaan di Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali disorot pengunjung.

Pasalnya, koleksi buku di perpustakaan yang ada di Jalan KH Sajad itu sangatlah terbatas kelengkapannya. Sebagaimana disampaikan salah seorang pengunjung asal Desa Rombiyah Timur Kecamatan Ganding, Moh Hamdan (21).

Menurutnya, keterbatasan koleksi buku di perpus milik Pemkab Sumenep itu membuat ia kesulitan mencari bahan refrensi penelitian skripsinya karena tidak ada penambahan buku baru.

“Rata-rata koleksi bukunya tahun yang sudah jadul mas, ada yang baru tapi sekian persen saja,” ujar Moh Hamdan.

Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayyah (Instika) itu berharap, pihak pemerintah lebih serius menangani problem kepustakaan tersebut. Pasalnya menurut dia, literasi merupakan komponen penting yang harus dijaga eksistensinya.

“Kabupaten Sumenep ini merupakan kabupaten terkaya nomor 2 se-Jawa Timur. Tapi mana dedikasi pemerintah terhadap literasi,” sambungnya menjelaskan.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep, Ahmad Masuni menyampaikan, keterbatasan sarana dan prasarana di Perpusda Sumenep itu disebabkan karena anggaran yang disediakan pemkab setempat tidak sesuai dengan kebutuhan.

“Kami terbatas dengan dana. Andai kata pemerintah itu ada suatu keberpihakan kepada literasi, ya kami tidak akan menunda. Ya dana hanya Rp 1,1 miliar per tahunya,” katanya kepada saat ditemui di kantornya ,pada Rabu (21/10/2020) Kemarin.

Kendati demikian, mantan Kadisdik itu berharap, pemerintah lebih membuka mata lagi terhadap literasi. Menurut dia, faktor di balik minimnya minat baca di Sumenep salah satunya adalah keterbatasan fasilitas.

“Ketika saya ke lapangan, bukan minat baca yang kurang, tapi pelayanannya yang kurang. Kami datang ke desa, anak-anak berbondong-bondong,” bebernya.

“Anggaran perpus lebih dimaksimalkan. Amanah undang undang itu pemerintah daerah wajib mencerdaskan masyarakat melalui literasi,” harapnya.

Reporter : Taufiq
Editor : Naylia