Kecewa, Mahasiswa Janji akan Kembali Demo Polres Sumenep

0

Sumenep, Teliksandi.net- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (GEMPAR) kembali melakukan aksi ke Polres Sumenep, Jumat (22/10/2021).

Aksi jilid 2 ini menagih pertanggungjawaban Kapolres Sumenep agar oknum kepolisian yang melakukan represif terhadap aktivis beberapa waktu lalu diberikan sanksi.

Selain itu, Kapolres Sumenep diminta agar bersepakat peristiwa kekerasan terhadap aktivis tidak terjadi di Kabupaten Sumenep. Hal itu dianggap perlu supaya aktivis tidak trauma dalam menyuarakan aspirasi.

“Ini bentuk keseriusan kami dalam mengawal sebuah isu dan kasus yang terjadi di Polres Sumenep. Kami hanya meminta statemen Kapolres (AKBP Rahman, red) agar betindak tegas kepada oknum yang represif,” kata Mohammad Nor salah satu korlap aksi.

Sekitar se jam berorasi, akhirnya Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya menemui massa aksi dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Sembari mendengarkan tuntutan mahasiswa.

Dalam tuntutannya mahasiswa meminta Kapolres Sumenep memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan kekerasan terhadap aktivis dan diminta bersepakat hitam di atas putih agar kekerasan tidak lagi terjadi terhadap aktivis di Sumenep.

Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya, saat menemui massa aksi. Dia menyampaikan, jika akan melakukan investigasi kepada oknum polisi yang melakukan tindakan represif kepada aktivis mahasiswa tersebut, sebelum memberikan sanksi.

“Kami akan melakukan investigasi dulu sebelum memberikan sanksi. Terimakasih untuk demonstrasi hari ini, kami sampaikan terimakasih,” kata Rahman di depan mahasiswa.

Usai diskusi singkat itu, Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya, langsung meninggalkan massa aksi tanpa melakukan kesepakatan alias tanda tangan hitam di atas putih bersama mahasiswa.

“Untuk selanjutnya saya pasrahkan kepada Kasat Intel,” singkatnya.

Dengan begitu, sebagai bentuk kekecewaan, mahasiswa terhadap orang nomor satu dijajaran kepolisian Sumenep itu, mahasiswa akan melakukan aksi jilid 3 dengan tuntutan Kapolres Sumemep mundur dari jabatannya.

“Kami akan datang kembali dalam aksi jilid ke 3 meminta Kapolres Sumenep angkat kaki dari Kabupaten Sumenep,” tegas Mohammad Nor.

Reporter: Muid
Editor: Lindawati