BEM FKIP Universitas Wiraraja Gelar Olimpiade Sains se-Madura

0

Sumenep, Teliksandi.net- Pembukaan Olimpiade Asah Kreatifitas Sains (AKS) 2021 sukses digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Wiraraja (Unija), Minggu (28/11/2021).

Bertempat di Graha 1 Universitas Wiraraja, olimpiade ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sumenep Ny. Hj. Dewi Khalifah.

Olimpiade ini diikuti oleh ratusan siswa-siswi dari beberapa kabupaten yang ada di Madura. Acara ini diadakan secara daring di babak penyisihan dan babak semi final, mengingat pandemi Covid-19 masih belum berakhir, dan baru akan digelar secara luring di babak Final.

Tujuan dari olimpiade ini untuk meningkatkan kreatifitas siswa maupun siswi se-Madura dalam bidang sains. Sekaligus mengantisipasi dini dampak negatif di era tekhnologi digital.

“Semakin berkembangnya tekhnologi digital dapat dipastikan ada dampak positif dan dampak negatif yang kemudian akan mempengaruhi siswa-siswi dalam belajar.

Untuk mengantisipasi dampak negatif bagi pelajar khususnya di tingkat SD dan SMP se-Madura maka kami BEM FKIP menggelar olimpiade, dan juga tujuan acara ini untuk meningkatkan kreatifitas siswa-siswi se-Madura dalam bidang sains,” ucap Ahmad Hairi Afifuddin selaku Ketua BEM FKIP.

Acara ini mendapat support dari pimpinan dan dosen FKIP Universitas Wiraraja. Dan seluruh Dinas Pendidikan dan Kemenag di lingkup Madura telah memberikan rekomendasi bagi siswa-siswinya untuk mengikuti olimpiade ini.

“Saya sampaikan terimakasih kepada Wakil Bupati Sumenep yang telah sudi hadir ke acara AKS tahun ini. Tidak lupa pula saya ucapkan terimakasih kepada pimpinan dan dosen fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Wiraraja yang mensupport acara ini,” tukasnya.

Sementara Wakil Bupati Sumenep Ny. Hj. Dewi Khalifah menyampaikan adanya olimpiade semoga dapat meningkatkan semangat belajar bagi semua pelajar yang ada di Madura. Dan kepada semua tenaga pendidik ia meminta untuk selalu memotivasi anak didiknya untuk bagaimana menjadi manusia yang berilmu dan berakhlak mulia.

“Sekarang kita masuk pada zaman dimana kekuatan tekhnologi lebih tinggi dari pada kekuatan otak, didiklah anak-anak kita sesuai dengan zamannya jangan sampai disamakan dengan zaman kita yang dulu. Karena kita harus mengikuti zaman bukan zaman yang harus mengikuti kita, maka dari itulah tekhnologi yang terus kembangkan dan sains yang terus kita kembangkan,” tuturnya.

Reporter : Muid
Editor : Lindawati