9 Kecamatan di Sumenep Dilarang Pembelajaran Tatap Muka

0

Sumenep, teliksandi.net- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Melarang
Sekolah di sembilan Kecamatan, untuk mengadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Pasalnya, di sembilan Kecamatan tersebut termasuk dalam peta sebaran Covid-19 yang menunjukkan saat ini masih terdapat zona merah dan oranye.

Kecamatan tersebut ialah Kecamatan Kota dan Ambunten dengan status zona merah. Sementara status zona oranye, yakni Kecamatan Saronggi, Kalianget, Talango, Dungkek, Manding, Giligenting dan Kecamatan (Pulau) Raas.

Kepala Disdik Sumenep, Carto mengatakan, hal ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 420/3005/435.101.1/2020. Tanggal 12 Oktober 2020.

“Work from home (kerja dari rumah) dan larangan PTM, untuk seluruh kecamatan yang masuk zona orange dan zona merah penyebaran Covid-19,” katanya, Senin (12/10/2020).

Menurut Carto, sembilan kecamatan tersebut wajib melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Termasuk lembaga kursus dan kepelatihan, sampai dengan tanggal 23 Oktober mendatang.

Sementara penyesuaian kurikulum diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing satuan pendidikan, tidak boleh mengacu pada penuntasan kurikulum, dan tidak boleh diskriminasi pada siswa yang kesulitan pada proses daring.

“Seperti pemberian tugas atau soal-soal tidak boleh lebih dari 5 item, pemberian praktek minimal 2 minggu sekali,” ucapnya.

Selain itu ia akan melakukan monitoring dan evaluasi pada semua lembaga pendidikan formal dan non formal se-Kabupaten Sumenep.

“Agar dapatnya untuk selalu menaati protokol kesehatan dan selalu berdoa agar pandemi ini cepat selesai,” pungkasnya.

Reporter : Hanif Tanzil
Editor : Naylia