adventuring...imagining...writing...blogging... Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly. CO.CC:Free Domain

Mas Mono pun OnLine-kan Ayam Bakarnya

April 18th, 2010 teliksandi No comments

Malam kemarin, menjelang tidur (hehe…tumben mau tidur malem) ada yang menarik dari acara-nya Farhan di salah salah satu TV swasta, bukan karena si Sandiaga Uno sang bintang tamu yang ngaku pernah “kere” krn bangkrut di saat krismon ’98 yang bikin gw tertarik kiat2 bisnisnya tapi justru tempat mereka ngobrol dan makan yaitu : Ayam Bakar Mas Mono…udh pada ke sana belum???

Kalo belum pernah, jangan ngaku raja or ratu kuliner deh di Jakarta…. Yang gw ingat memang satu hal dari dulu, yaitu dari spanduk alamat web yang terpasang yang pernah gw tanyain langsung kepada para staffnya mas Mono. “Mas, beneran nih alamat situs mas Mono ini?’ “iya mas, ada koq…kebetulan saya yang pasang sendiri,” kata staff nya itu. “Wuihh ga gaptek juga nih bawahannya mas Mono, pikir gw…”. Kebetulan gw mau nanya langsung ke mas Mono, tapi ternyata mas Mono belum pulang dari Sholat Jum’at. Warung Mas Mono ini memang menerapkan aturan tutup selama “ibadah Jumat” berlangsung.

Setelah makan dan ngobrol sama kawan gw Phillips, Sang Suhu IT Bisnis Indonesia…gw niatan bakal buka tu website mas mono, penasaran gw…apa sih isinya. Tapi yang langsung kebayang adalah “pasti ini cerita dan blogging dari mas Mono…” Soalnya yang terlihat adl main domain sebuah plattform yang sdh tak asing lagi bagi para blogger di seluruh jagat persilatan dunia maya….hehehe…

Yah….memang dunia bisnis sangat bertumbuh cepat, dan semakin kencang lagi karena kemajuan dunia informatika, utamanya internet, sehingga ngga salah kalo : Mas Mono pun (akhirnya harus) men-online kan Ayam Bakar legendarisnya.

Untuk hasil indeks di Google.co.id, ayam bakar mas mono cukup banyak terindeks yaitu sebanyak : 19.500, tp memang untuk keyword ayam bakar di halaman Om Gugel ga muncul di pencarian hal pertama. Jadi Mas Mono perlu men-SEO kan situs blognya, atau sebenanrnya ngga perlu apa ya? Toh Brand Awareness-nya udh tinggi…..paling nggak di benak gw …..hehehe.

After ayam bakar…so, Sruput terussss….Es Teler Panglima …

  • Share/Bookmark
Categories: i review u Tags:

Selamat Jalan Anandia Sandi Yudha

March 11th, 2010 teliksandi No comments

Berakhir sudah harapan pertama kami, satu kejadian yang memberikan asa baru bagaikan cahaya di ufuk timur yang baru terbit. Sinarnya dalam beberapa bulan ini menerangi jiwa-jiwa yang sudah mulai layuh dan letih menyikapi kenyataan, kehadirannya telah memulai satu episode baru yang menggembirakan sekaligus mendebarkan.

Dan akhirnya sinar itu telah pudar, telah menghilang sebelum terlihat nyata mampu menerangi dan memayungi kehidupan ini, bahkan sebelum terbenam dari pencapaiannya yang utuh. Yach, dia bagaikan sinar mentari di fajar hari yang sudah tersapu awan mendung yang tak berkesudahan.

==Mengenangmu==

Aku tidak tahu seperti apa dirimu
Bagaimana wujud dan rupamu
Aku belum sempat tahu
Untuk bisa menandaimu

Maukah kau menungguku
Berdiri di alammu
Dapatkah kau mengenaliku
Datang dan menghampiriku

Beri aku uluran tanganmu
Agar aku bisa merasakanmu
Sentuh aku dengan hatimu
Untuk jiwa yang selalu merindumu

  • Share/Bookmark
Categories: deskripsi Tags:

Lembu Peteng

December 25th, 2009 teliksandi No comments

Kisah ini bukanlah menghadirkan sosok binatang yang ternak (sapi) yang sangat dinanti-nanti khalayak banyak pada saat lebaran haji tiba, tapi ingin menyuguhkan satu realita peran dari salah satu sosok sejarah Indonesia masa lampau yang sebenarnya masih sering kita jumpai pada kehidupan masyarakat kita.

Peristiwa politik yang terjadidi tanah air senantiasa diselimuti oleh berbagai kegelapan. Pada jaman Perang Paregrek, yaitu jatuhnya kebesaran Kraton Majapahit yang ditandai dengan sengkalan Sirna Ilang Kertaning Bumi, muncul seorang tokoh legendaris yang bernama Lembu Peteng. Nama ini bisa menunjuk pada personal historis dan juga bisa ditafsirkan sebagai politik simbolis. Secara simbolis berarti seseorang yang telah mencapai strata politik tertinggi senantiasa memakai siasat yang multiinterpretasi.

Politik ala Lembu Peteng berlanjut terus. Berdirinya Kraton Demak, Pajang dan Mataram tak lepas dari manuver-manuver politik yang sangat serius, tendensius dan misterius. Rupa-rupanya strategi politik ini diteruskan pada era mutakhir. Bahkan bibit-bibit manuver politik yang penuh dengan tipu daya dan akal bulus sudah mulai muncul saat negeri ini diproklamasikan. Antar pelaku kekuasaan saling menjegal demi ambisi politiknya. Puncak dari praktik siasat politik Lembu Peteng terjadi pada masa awal Orde Baru yang menggunakan segala cara untuk menopang dan mengukuhkan kekuasaan. Sungguh mengherankan taktik politik Lembu Peteng ini juga dengan mudah dijumpai pada era Reformasi sekarang. Buku ini menjelaskan secara desktiptis, sistematis dan kronologis mengenai berbagai peristiwa politik yang sarat Politik Lembu Peteng.

  • Share/Bookmark
Categories: deskripsi, feature, mathman Tags:

Jalan Tiada Ujung

December 25th, 2009 teliksandi No comments

Saya membaca “Bahaya Ibn Warraq” justru dari Tulisan dari Kawan Luthfie Assy, jadi saya belum pernah membaca buku2nya. Nampaknya menarik juga !!! Menurut saya,kajian dan pemahaman terhadap Agama/Keimanan terutama Islam adalah sangat luas, ilmiah, rasional sekaligus sangat menyentuh kedalaman spiritual/rohaniah dan emosional. Jadi semuanya melebur jadi satu antara yang pasti dan tidak pasti, tentu dan tak tertentu, kelihatan dan tak kelihatan, terasa dan tak terasa serta masuk akal dan aneh sekalipun.

Semuanya itu kalau yang meyakini bahwa agama adalah sebagai jalan (bukan tujuan) maka akan menjalani suatu perjalanan/pendakian yang berliku liku dan belum tentu mengarah kepada suatu kebenaran yang mutlak terutama kalau menyangkut “Hakekat Tauhid” hingga pada akhir hayat manusia. Yang sering manusia kedepankan ketika menyangkut idealisme adalah “Pembenaran” yang belum tentu bisa dimaknai secara equal oleh individu lain.

Jadi bagi saya kalau saya umpamakan sebagai suatu proses penelitian, maka sekecil atau sejelek apapun gagasan Ibn Warraq akan menjadi suatu variabel “koroboratif” yang bisa menjadi poin kritis dalam mencari “objektifitas”.

  • Share/Bookmark
Categories: i review u Tags:

TelikSandi – Sex, Drugs & Espionage

December 25th, 2009 teliksandi No comments

TelikSandi is conspiratorial, clandestine, dangerous, seductive and volatile, full of betrayals and reprisals on both sides.

Third generation gangster Jimmy Reardon and Director of Vancouver’s Organized Crime Unit Mary Spalding have made deals with the devil; that is, Jimmy has made the deal to work with Mary Spalding as a star informant, and Mary has made the deal to provide Reardon with protection from prosecution. Each will attempt to use the other without getting caught in the act.

Reardon works with a treacherous gang of cut-throat dope dealers, pimps, thieves, and addicts including his right-hand man Ronnie Delmonico, his ex-wife Francine, and brother Michael. While Jimmy and Ronnie struggle to keep their people in line and out of jail, Spalding has her hands full dealing with a clutch of errant, power hungry intelligence agents eager to see her fail and their own careers advance. Heading this voracious pack is her immediate underling, veteran agent and loose cannon, Ted Altman, who is working to take over her job at the Organized Crime Unit (OCU) and prevent her promotion to head the western division of CSIS (Canadian Security Intelligence Service).

  • Share/Bookmark
Categories: feature, i review u Tags:

Mathman

December 24th, 2009 teliksandi No comments

Mathman is a segment on the children’s television show Square One in which five seasons were produced (1987-88, 1990-92). This parody of Dragnet featured detectives at the Los Angeles Police Department who solved mysteries using their mathematical skills. There were two main characters: detectives Kate Monday (Beverly Leech) and George Frankly (Joe Howard). Mary Watson also had a regular role as the duo’s technical analyst, Debbie Williams. Later on in the series, Kate Monday was replaced by Pat Tuesday (Toni DiBuono) one season after the show’s setting moved to New York City in the third season. James Earl Jones played a recurring role as the chief Thad Green. He also briefly appears in season 4 and indicates he knows Pat Tuesday. When the duo was transferred to New York, Captain Joe Greco (Emilio Del Pozo) became their leader and undercover NYPD officer Benny Pill (Barry K. Willerford) became their semi-regular backup support.

Each segment of the series aired on one episode of Square One, a production of the Children’s Television Workshop aimed at teaching math skills to young viewers. Five segments made up an episode (one for each weekday), with suspense building at the end of each segment. A Mathnet comic briefly appeared in 3-2-1 Contact magazine, also a CTW production, but the magazine eventually stopped featuring Square One content.

Both Mathnet and Square One went off the air in 1994 (it ran as reruns until then after the final 1992 season was completed), reappearing from 1999–2003 on the cable television network Noggin, a joint venture of Nickelodeon and CTW.

  • Share/Bookmark
Categories: feature Tags:

Perempuan

December 24th, 2009 teliksandi No comments

  • Share/Bookmark
Categories: feature, i review u Tags:

Salam Gula Kelapa

December 24th, 2009 teliksandi No comments

Gw nulis ini sembari menikmati semilir angin di gubuk “Kampus” alias “Kampung Sawah”. Tahu ngga nih tempat? Wuiiih tempatnya enak banget buat lepasin penat yang tentu saja super murah. Dahulu kala, (kayak yang udh tuir aje…) waktu masih kerja di bandara Soekarno-Hatta, ni tempat selalu jadi perlintasan kita-kita yang pulang bawa motor alias ga lewat tol bandara. Persisnya dari bandara ke arah xderes antara rawa bokor dan rawa lele, itulah “Kampus”.

Gw sih baru aja turun dari pesawat lgs inisiatif ga pulang naik Damri dan sengaja pengen datengin nih tempat. Yah sekalian kangen2-an gitu….. apalagi jam nya pas banget, yaitu menjelang matahari terbenam.

Sedikit gw py cerita, waktu di pesawat tadi, sambil bolak balikin buku nye “Anselminus Ricky”, gw ngebayangin pengen py blog baru dan kebetulan, ntah kenapa yang muncul di perlintasan pikiran gw adalah nasib timnas bola kit di Piala Asia. Gw lg deg-degan nih, kita bisa menang ga ya ama Korea.

Eh pas di pintu keluar embarkasi. ketemu deh gw ama striker kite yg lagi gemilang, si “BUDIGOL” julukannya alias Budi Sudarsono, ya udh sambil berfoto ria and ngobrol2 sedikit, sambil menyemangati dia (sok banget, he ….), gw titip salam buat dia dan seluruh awak Timnas : “Salam Gula Kelapa

Dalam terminologi Majapahit, gula merah = merah dan kelapa = putih (6000 tahun Merah Putih – Moh Yamin), jadi “Bravo Merah Putih.”

Dari situlah ide portal Bolamedia.com berasal……

  • Share/Bookmark
Categories: feature, i review u Tags:

I Hack U

December 24th, 2009 teliksandi No comments

Tahun 2003an,beberapa organisasi pengrajin IT (Information Technology) seperti Neoteker, sempat ramai-ramai nya membahas tehnik mencurangi ATM, yang secara garis besar tehniknya dapat dijabarkan sebagai berikut:

Guntinglah sebuah kertas plastik transparan seukuran kartu debit ATM / lebih kecil Bolongi ujung plastik tersebut dan ikatkan benang tipis yang nyaris kasat mata Sisipkan di dalam slot pada mesin ATM yang digunakan untuk memasukan kartu ATM. Tinggalkan lah mesin tersebut dan awasi dari jarak yang aman
Tunggulah hingga seorang korban memasukan kartu ATM nya. Jeleknya sistem ATM kebanyakan bank (termasuk BCA) adalah langsung menanyakan PIN dan mempertanyakan aktifitas apa yang si pemilik kartu ingin lakukan (misal mengambil uang tunai sebesar Rp. 1,500,000), baru menggunakan data PIN dan yang tertera dalam kartu untuk melakukan request ke server bank. Itu terbukti dari tulisan “permohonan anda sedang di proses” yang baru hadir setelah anda memasukan PIN dan menekan jumlah yang ingin anda ambil atau aktifitas lainnya.

Potongan kertas plastik tadi akan dengan sengaja menghambat laju konfirmasi data yang terdapat dalam kartu – sehingga menyebabkan proses aktifitas menjadi sangat lama. Dan apabila prosesnya terlalu lama, mereka yang masih kurang sadar akan arti keamanan teknologi, kerapkali latah meninggalkan ATM tersebut karena menanggapnya rusak. Dengan demikian, pada saat anda masuk atau mendapatkan akses ke mesin tersebut, dan menarik benang yang terhubung ke plastik tersebut, anda akan membuat mesin kembali dapat membaca kartu ATM milik si korban tadi dengan sempurna, dan mendapatkan uang tunai yang mereka rekues dari account bank mereka.

Memang tidak jelas, apakah tehnik ini masih digunakan atau tidak – mengingat tahun pembicaraan nya berkisar di antara 2002 dan 2003. Namun demikian, hal penting yang saya ingin terapkan disini adalah lemah nya sistem keamanan yang BCA terapkan, baik dalam kertas bukti transfer yang mereka keluarkan dari dalam mesin ATM mereka dan/atau keamanan fisik berupa kamera pengawas yang ternyata tidak jelas benar-benar di fungsikan atau tidak. Jangan-jangan cuman tempelan, yang banyak digunakan tempat-tempat karaoke untuk menakut-nakuti para pemain curang saja. Hahaha!

So yeah! Just hack your bank – it’s a feature (not to mention, their security weaknesses against Identity Theft)!

  • Share/Bookmark
Categories: feature, internet code Tags:

Papah RIP

December 24th, 2009 teliksandi No comments

  • Share/Bookmark
Categories: feature, mathman Tags:
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline